Kamis, 04 Agustus 2011

ISLAM ITU INDAH

1).Bersikap kasih sayang kepada sesama muslim, seperti mengasihi diri sendiri.Jangan mengkhususkan sesuatu untuk diri pribadi tanpa mengindahkan mereka. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW

“ Tiada sempurna iman seseorang hingga ia mengasihi saudaranya sebagaimana ia mengasihi dirinya sendiri “. (HR Bukhori & Muslim

2). Selalu menebarkan salam, berjabat tangan dan bertutur kata yang manis apabila berjumpa dengan sesama Muslim. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi SAW

“ Hak seorang muslim kepada muslim lainnya ada enam perkara yaitu apabila kamu berjumpa dengan dia, hendaklah memberi salam kepadanya. Apabila kamu diundangnya, perkenankanlah undangan itu. Apabila ia meminta nasihat kepadamu, nasihatilah ia. Apabila ia bersin dan memuji Allah maka jawablah dengan ucapan “ Yarhamukullah “. Apabila dia sakit, jenguklah dia. Apabila meninggal dunia maka iringilah jenazahnya “. ( HR Muslim

3). Hendaklah bergaul dengan sesama muslim dengan akhlak yang baik, sayang menyayangi dan tidak lekas marah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dan Hadist Nabi Muhammad SAW

“ Dan sesungguhnya kamu harus benar-benar berbudi pekerti yang tinggi “. ( QS Al Qalam 68 : 4

“ Orang mukmin yang paling yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya “ ( HR Turmudzi )

4). Selalu bersikap tawadhu kepada sesama muslim sebagaimana perintah Allah firman- Nya dan Hadits Nabi SAW

“ Dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman “. ( QS Al Hijr 15 : 88

“ Dan barang siapa yang merendahkan hati karena Allah, niscaya Allah akan mengangkat martabatnya. Pada penglihatannya dia kecil tetapi dimata orang orang banyak dia besar, Dan barang siapa sombong niscaya Allah meletakkannya atau merendahkan martabatnya. Dimata orang banyak dia kecil tetapi dimatanya sendiri dia besar sehingga ia lebih hina bagi kamu daripada anjing atau babi “. ( HR Thabrani )

“ Sesungguhnya Allah telah menurunkan wahyu kepadaku : berendah hatilah kamu hingga tiada seorangpun membanggakan diri kepada orang lain dan janganlah berbuat kejahatan seseorang terhadap orang lainnya “. ( HR Muslim )

5). Selalu berusaha mencari kerelaan sesama muslim dan memandang mereka dengan baik, Saling tolong menolong dalam menegakkan kebajikan dan takwa serta mencintai Allah, mendorong mereka supaya berusaha mencapai kerelaan Allah, menunjuki mereka ke jalan yang benar jika anda sudah dewasa dan belajar dari mereka jika anda lebih muda. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dan Hadits Nabi SAW :

“ Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran “. ( QS Al Maidah 5 :2 )

“ Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang raja, dijadikan-Nya seorang wazir atau menteri yang jujur untuknya. Jika Raja lupa, akan diingatkannya, dan jika teringat akan dibantunya. Dan apabila Allah menghendaki tidak demikian atau sebaliknya maka dijadikan-Nya seorang menteri jahat untuknya. Jika Raja lupa, tidak diingatkannya dan jika ingat tidak dibantunya”.

6). Selalu menyayangi sesama umat muslim dengan menghormati orang-orang tua dan menyayangi anak-anak sesuai dengan hadits Nabi SAW :

“ Tiadalah termasuk golongan kami , orang-orang yang tidak menghormati orang-orang tua kami dan tidak menyayangi anak-anak kami “.( HR Turmudzi )

“ Orang-orang yang menaruh balas kasihan, dirahmati Allah Yang Maha Pengasih “. ( HR Abu Daud )

“ Jika kamu ingin mendapat Rahmat-Ku maka sayangilah makhluk-Ku “. ( Hadits Qudsi )

“ Barang siapa tidak menyayangi orang niscaya Allah tidak menyayanginya”. (HR Muslim)

7). Selalu saling menasihati dengan lemah lembut apabila melihat atau terdapat kesalahan diantara sesama umat Islam . Sesuai dengan Hadits Nabi SAW :

“Barang siapa menyembunyikan aurat atau aib saudaranya niscaya Allah menyembunyikan aibnya. Dan barang siapa membukakan aurat atau aib saudara niscaya dibukakan Allah aibnya sehingga keaibannya disiar-siarkannya dalam rumahnya”. ( HR Muslim )

8). Selalu berprasangka baik terhadap sesama umat Islam. Apabila nampak aib seseorang katakan pada dirimu :

“ Aib itu adalah pada diriku karena seorang muslim itu adalah cermin bagi muslim lain. Seseorang tidak akan melihat dalam cermin kecuali rupa dirinya”. (HR Muslim )

“ Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian dari kamu menggunjing sebahagian ynag lain. Sukakah salah seorang dianatara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyanyang “. ( QS Al Hujurot 49 : 18 )

9). Saling memaafkan diantara sesama umat Islam. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi SAW dan Firman-Nya :

“ Jadilah engkau seorang yang pemaaf……..”. ( QS Al A’raf 7:199 )

“ Barang siapa didatangi sahabatnya mohon dilepaskan dari kesalahannya hendaklah diterimanya baik sifatnya membenarkan atau membatalkan. Barang siapa tidak berbuat demikian niscaya ia tidak akan dapat mendatangi kolam-Ku pada hari kiamat “.( HR Al Hakim )
10). Selalu mendamaikan sengketa yang terjadi diantara sesama muslim. Janganlah berpihak kepada salah seorang diantara mereka . Tetapi damaikanlah dengan cara yang baik dan lemah lembut . Hal ini sesuai dengan firman-Nya dan Hadits Nabi SAW :

“ Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu”..( QS Al Hujurot 49 : 10 )

“ Sedekah yang paling baik adalah mendamaikan orang yang berselisih “.( HR Thabrani )

“ Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan sesama manusia lalu dikembangkannya kebaikan atau diucapkannya perkataan yang baik-baik “. (HR Bukhori )

11). Selalu bertegur sapa dan beramah tamah diantara sesama muslim. Sesuai dengan Hadits Nabi SAW :

“Apabila salah seorang kamu mengasihi saudaramu pada jalan Allah maka hendaklah ia mengajarinya karena hal itu melebihlamakan keramah-tamahan dan lebih memantapkan kemesraan “. ( HR Bukhari )

“ Bila anda bersahabat dengan seseorang tanyalah namanya dan nama ayahnya atau bertegur sapa . Jika ia tidak ditempat, anda menjaganya , dan jika ia sakit, anda menjenguknya dan jika ian meninggal dunia anda menyaksikannya atau mengiringinya “. ( HR Al Baihaqi )

12). Selalu melapangkan tempat duduk kepada sesama muslim atau orang lain ketika sedang mengikuti suatu majelis sesuai dengan hadits Nabi SAW :

“ Sesungguhnya bagi seorang muslim itu ada hak apabila melihat saudaranya datang, ia menjauhkan diri atau menyediakan tempat untuknya “.( HR Al Baihaqi )

13). Selalu menempati janji sesama muslim apabila kita terlibat janji. Karena masa menunggu itu adalah salah satu pemberian yang dikalangan Ahlullah adalah hutang. Dan mungkir janji adalah sebagian tanda-tanda munafik. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW : “ Tanda-tanda munafik itu ada tiga yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkir dan apabila dipercaya dia berkhianat “. ( HR Bukhari )

Demikianlah beberapa hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran yang sangat mendalam dari sebuah penyelenggaraan kegiatan halal bi halal, semoga kita dapat mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

HIKMAH SILATURAHIM

''Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim.'' (HR Muslim, dari Anas bin Malik RA).

Tak ada yang mampu menghindar dari masalah selama menjalani kehidupan di dunia. Bahkan, tantangan hidup dari hari ke hari terasa kian kompleks. Rasul dan orang-orang beriman di masa lalu pun pernah hampir putus asa ketika menerima cobaan yang demikian berat dari Allah SWT.



Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 214 disebutkan, ''Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan bermacam-macam cobaan, sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ''Bilakah datangnya pertolongan Allah?''

Mengapa ada yang mampu mengatasi masalah yang dihadapinya dan ada yang tidak? Kuncinya sebenarnya adalah silaturahim. Tentu, tak hanya sekadar mendatangi saudara, kerabat, atau kenalan dengan pertemuan yang penuh basa-basi. Namun, pertemuan itu untuk mengukuhkan persaudaraan dan untuk selalu berbagi pengalaman; bercerita, dan mendengarkan.

Dengan berbagi, kita menjadi tahu betapapun beratnya masalah yang kita hadapi, sesungguhnya kita tidaklah sendiri. Orang lain juga menghadapi masalah yang sama, bahkan mungkin lebih berat dengan bentuk yang berbeda. Jika sudah demikian, kita akan bisa lebih tegar menghadapi masalah, dan saling menguatkan. Semangat hidup pun tumbuh kembali.

Tidak keliru bila dalam hadis di atas Rasulullah SAW sangat menganjurkan silaturahim, yang hikmahnya antara lain akan membuat kita jadi panjang umur. Kalau saja tidak rajin silaturahim, dengan sedikit masalah saja akan membuat kita lekas putus asa. Hidup tanpa harapan atau malah mengakhiri hidup secara tragis.

Namun dengan memperbanyak silaturahim, masalah apa pun yang menimpa, bisa kita hadapi dengan ketegaran. Kita bisa saling mengingatkan untuk tidak berputus asa, sebagaimana bunyi akhir ayat 214 surat Al-Baqarah, ''.... Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.'' Wallahu a'lam bish-shawab.

Sumber :
http://mualaf.com/hikmah-dan-kajian/jendela-keluarga/444-hikmah-silaturahim
25 Oktober 2007